REFLEKSI JATI DIRI DALAM KE LUAR JENDELA

Ketika berkunjung dalam satu pertemuan mingguan dengan Datuk Hassan Ahmad, Ketua Eksekutif dan Editor Yayasan Karyawan, saya dihadiahkan karya terbitan terbarunya - Ke Luar Jendela, yang mengumpulkan 55 makalah hasil tulisan beliau. Tulisan-tulisan ini pernah tersiar dalam Majalah Dewan Masyarakat dan Dewan Budaya. Ke Luar Jendela sesuai dengan judul dan pemikiran penulisnya yang berani berfikir di luar kotak (out of box thinking) mendasari tiga aspek penting dan besar dalam kehidupan insan - agama, bahasa dan budaya.
Himpunan tulisan yang dimuatkan dalam Ke Luar Jendela menuntut nilai baca yang tinggi di samping mengajak kita untuk berfikir kegelisahan penulisnya terhadap nasib bangsa dan bahasanya.
Penulis mampu menyelami denyut nadi rakyat biasa misalnya dalam makalah Keluh Kesah Orang Melayu, mengambil input dari pemandu teksi yang dinaikinya. Menyelar sikap orang Melayu dalam Suara Bermusim dan menyesali sikap pemimpin dalam Kisah Burung Kakaktua!
Menyelusuri setiap makalah dalam Ke Luar Jendela, penulis yang pembaca orangnya mampu mengajak kita untuk berfikir, menyesal dan bangkit semula dengan keazaman baru - sekurang-kurangnya itulah perasaan saya seusai membaca makalah terakhir Islam Liberal dan Islam Tak Liberal. Buku setebal 378 muka surat ini diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka yang penulis pernah menjadi Ketua Pengarahnya dari tahun 1975 hingga 1988, berharga RM30.00 (apalah nilainya dengan begitu banyak ilmu pemikiran luar kotak di dalamnya!)
Ulasan